Mei
29
Filed Under (Sekilas Info) by PenYejuk haTi UntukmU on 29-05-2010

PREMANISME politik benar-benar sedang berkembang di Gedung DPR Senayan. Setelah mengeroyok Sri Mulyani, kini para wakil rakyat menggerogoti APBN melalui cara legal konstitusional. Mereka resmi dan terbuka meminta jatah dari APBN.

Dalam Rapat Paripurna DPR pekan lalu (25/5), dengan agenda pemandangan umum fraksi-fraksi atas rencana kerja pemerintah dan pokok-pokok kebijakan fiskal tahun 2011, Fraksi Partai Golkar mengusulkan agar mulai tahun 2011 setiap anggota DPR mendapat jatah Rp15 miliar. Dana itu dialokasikan ke daerah pemilihan masing-masing anggota dewan.

Ada 560 anggota DPR. Itu berarti, dana APBN akan tersedot Rp8,4 triliun. Uang yang banyak, sangat banyak. DPR memang berbakat menjadi peminta-minta. Pada pembahasan RAPBN-P 2010 yang lalu, Komisi XI DPR juga meminta jatah Rp2 triliun. Alasannya pun sama, yakni untuk daerah pemilihan bagi sekitar 50 anggota Komisi XI DPR.

Badan Anggaran DPR kemudian menolak permintaan Komisi XI itu. Akan tetapi, semangat meminta-minta semakin berkobar. Bahkan, permintaan Komisi XI itu memberi inspirasi secara kelembagaan. Buktinya, muncullah permintaan Partai Golkar agar tiap-tiap anggota dewan mendapat Rp15 miliar.

Sekali lagi, perlu ditekankan, lokomotif permintaan itu adalah Partai Golkar, pemimpin Sekber Koalisi, dan partai terbesar kedua setelah Demokrat. Dapat dipastikan tidak hanya gerbong koalisi yang akan setuju, tetapi semua fraksi dan segenap anggota dewan.

Sangat mengerikan menyaksikan kerakusan anggota dewan akan uang. Sangat memalukan, bahwa anggota dewan tidak lagi punya rasa malu. Lihat saja. Permintaan jatah Rp15 miliar untuk tiap anggota dewan itu disampaikan dalam rapat pleno DPR yang dihadiri tidak lebih dari seratus anggota dewan. Dari jumlah yang hadir itu pun hanya sedikit yang menyimak secara serius. Mereka lebih asyik main SMS atau bertelepon ria.

Bila dikabulkan, akan jadi apakah gerangan uang Rp15 miliar itu, di tangan anggota dewan yang malas, yang tidur saat sidang, yang sibuk main telepon genggam dan SMS saat rapat? Sudah banyak fasilitas yang diberikan negara kepada anggota dewan, tetapi tabiat mereka tidak juga berubah. Tetap malas dan membolos.

Yang pasti, dengan jatah Rp15 miliar itu, setiap anggota dewan otomatis memiliki uang yang banyak sekali untuk memelihara dukungan politik konstituennya secara gratis karena menggunakan uang negara.

Dan terbukalah lebar-lebar kesempatan anggota dewan untuk menjadi makelar anggaran atas dana jatah Rp15 miliar itu. Mereka bisa menjual proyek sekaligus menentukan siapa kontraktor pelaksana proyek. Anggota dewan kemudian menerima fee dari proyek tersebut.

Sebegitu jorokkah tabiat anggota dewan? Jawabnya, bukankah sejumlah anggota dewan dibui oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena membuka praktik sebagai calo anggaran?

 

Mei
19
Filed Under (Renungan) by PenYejuk haTi UntukmU on 19-05-2010

Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi. Berada di Palestina Selatan, “potongan” itu “terjepit” di antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya.
Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini. Namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel tidak mampu.

Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini. Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini. Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas penjajahan Zionis semakin menguat.

Akhirnya Israel melakukan serangan “habis-habisan” ke wilayah ini sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009. Mereka”mengguyurkan” ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga pasukan cadangannya.

Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat di dunia ini harus mundur dari Gaza.

Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau, serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para mujahidin Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang didukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia. Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, serta ribuan ton “bom canggih” buatan Amerika Serikat.

Akan tetapi di sana ada “kekuatan lain” yang membuat para mujahidin mampu membuat “kaum penjajah” itu hengkang dari Gaza dengan muka tertunduk, walau hanya dengan berbekal senjata-senjata “kuno”.

Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada para pejuangnya yang taat dan ikhlas. Kisah tentang munculnya “pasukan lain” yang ikut bertempur bersama para mujahidin, semerbak harum jasad para syuhada, serta beberapa peristiwa “aneh” lainnya selama pertempuran, telah beredar di kalangan masyarakat Gaza, ditulis para jurnahs, bahkan disiarkan para khatib Palestina di khutbah-khutbah Jumat mereka.

kami merangkum kisah-kisah “ajaib” tersebut dari berbagai sumber untuk para pembaca yang budiman. Selamat mengikuti. ***

Pasukan “Berseragam Putih” di Gaza

Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestina. Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu.

Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel.

Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para pejuang al-Qassam.

Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan (25/1/2009), mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam. Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki malang itu pingsan.

Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam. Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!”

Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik Brigade Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Sopirnya ditanya apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah? Sopir malang itu menjawab, “Saya bukan kelompok mana-mana. Saya cuma sopir ambulan.”

Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya, “Pasukan yang berpakaian putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?” Si sopir pun kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu,” jawaban satu-satunya yang ia miliki.

SuaraTak Bersumber

Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan).

Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut.

“Saya telah menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau,” kata pejuang tadi.

Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak.

Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara “Utsbut, tsabatkallah” yang maknanya kurang lebih, “tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu.” Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali.

“Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.

Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesualu yang “ajaib” terjadi. Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. Sebagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter. “Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,” kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib.

Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya. Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan, “Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir.”

Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang dari seorang penduduk rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel.

Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis. “Kenapa kalian menangis?” tanyanya.

“Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut dari musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka datang,” jawabnya

Saksi Serdadu Israel

Cerita tentang “serdadu berseragam putih” tak hanya diungkap oleh mujahidin Palestina atau warga Gaza. Beberapa personel pasukan Israel sendiri menyatakan hal serupa.

Situs al-Qassam memberitakan bahwa TV Chan*nel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam keadaan buta.

“Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta,” kata anggota pasukan ini.

Di tempat lain ada serdadu Israel yang mengatakan mereka pernah berhadapan dengan “hantu”. Mereka tidak diketahui dari mana asalnya, kapan munculnya, dan ke mana menghilangnya.

Masih dari Channel 10, seorang Lentara Israel lainnya mengatakan, “Kami berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan jenggot panjang. Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati.”

Cerita ini menggelitik banyak pemirsa. Mereka bertanya kepada Channel 10, siapa sebenarnya pasukan berseragam putih itu? ***

Sudah Meledak, Ranjau Masih Utuh

Di saat para mujahidin terjepit, hewan-hewan dan alam tiba-tiba ikut membantu, bahkan menjelma menjadi sesuatu yang menakutkan.

Sebuah kejadian “aneh” terjadi di Gaza Selatan, tepatnya di daerah AI Maghraqah. Saat itu para mujahidin sedang memasang ranjau. Di saat mengulur kabel, tiba-tiba sebuah pesawat mata-mata Israel memergoki mereka. Bom pun langsung jatuh ke lokasi itu.

Untunglah para mujahidin selamat. Namun, kabel pengubung ranjau dan pemicu yang tadi hendak disambung menjadi terputus. Tidak ada kesempatan lagi untuk menyambungnya, karena pesawat masih berputar-putar di atas.

Tak lama kemudian, beberapa tank Israel mendekati lokasi di mana ranjau-ranjau tersebut ditanam. Tak sekadar lewat, tank-tank itu malah berhenti tepat di atas peledak yang sudah tak berfungsi itu.

Apa daya, kaum Mujahidin tak bisa berbuat apa-apa. Kabel ranjau jelas tak mungkin disambung, sementara tank-tank Israel telah berkumpul persis di atas ranjau.

Mereka merasa amat sedih, bahkan ada yang menangis ketika melihat pemandangan itu. Sebagian yang lain berdoa, “allahumma kama lam tumakkinna minhum, allahumma la tumakkin lahum,” yang maknanya, “Ya Allah, sebagaimana engkau tidak memberikan kesempatan kami menghadapi mereka, jadikanlah mereka juga lidak memiliki kesempatan serupa.”

Tiba-tiba, ketika fajar tiba, terjadilah keajaiban. Terdengar ledakan dahsyat persis di lokasi penanaman ranjau yang tadinya tak berfungsi.

Setelah Tentara Israel pergi dengan membawa kerugian akibat ledakan lersebut, para mujahidin segera melihal lokasi ledakan. Sungguh aneh, ternyata seluruh ranjau yang telah mereka tanam itu masih utuh. Dari mana datangnva ledakan? Wallahu a’lam.

Masih dari wilayah Al Maghraqah. Saat pasukan Israel menembakkan artileri ke salah satu rumah, hingga rumah itu terbakar dan api menjalar ke rumah sebelahnya, para mujahidin dihinggapi rasa khawatir jika api itu semakin tak terkendali.

Seorang dari mujahidin itu lalu berdoa,”Wahai Dzat yang merubah api menjadi dingin dan tidak membahayakan untuk Ibrahim, padamkanlah api itu dengan kekuatan-Mu.”

Maka, tidak lebih dari tiga menit, api pun padam. Para niujahidin menangis terharu karena mereka merasa Allah Subhanuhu wa Ta’ala (SWT) telah memberi pertolongan dengan terkabulnya doa mereka dengan segera.

Merpati dan Anjing

Seorang mujahid Palestina menuturkan kisah “aneh” lainnya kepada situs Filithin AlAan (25/1/ 2009). Saat bertugas di wilayah Jabal Ar Rais, sang mujahid melihat seekor merpati terbang dengan suara melengking, yang melintas sebelum rudal-rudal Israel berjatuhan di wilayah itu.

Para mujahidin yang juga melihat merpati itu langsung menangkap adanya isyarat yang ingin disampaikan sang merpati.

Begitu merpali itu melintas, para mujahidin langsung berlindung di tempat persembunyian mereka. Ternyata dugaan mereka benar. Selang beberapa saat kemudian bom-bom Israel datang menghujan. Para mujahidin itu pun selamat.

Adalagi cerita “keajaiban” mengenai seekor anjing, sebagaimana diberitakan situs Filithin Al Aan. Suatu hari, tatkala sekumpulan mujahidin Al Qassam melakukan ribath di front pada tengah malam, tiba-tiba muncul seekor anjing militer Israel jenis doberman. Anjing itu kelihatannya memang dilatih khusus untuk membantu pasukan Israel menemukan tempat penyimpanan senjata dan persembunyian para mujahidin.

Anjing besar ini mendekat dengan menampakkan sikap tidak bersahabat. Salah seorang mujahidin kemudian mendekati anjing itu dan berkata kepadanya, “Kami adalah para mujahidin di jalan Allah dan kami diperintahkan untuk tetap berada di tempat ini. Karena itu, menjauhlah dari kami, dan jangan menimbulkan masalah untuk kami.”

Setelah itu, si anjing duduk dengan dua tangannya dijulurkan ke depan dan diam. Akhirnya, seorang mujahidin yang lain mendekatinya dan memberinya beberapa korma. Dengan tenang anjing itu memakan korma itu, lalu beranjak pergi.

Kabut pun Ikut Membantu

Ada pula kisah menarik yang disampaikan oleh komandan lapangan Al Qassam di kamp pengungsian Nashirat, langsung setelah usai shalat dhuhur di masjid Al Qassam (17/1/2009).

Saat itu sekelompok mujahidin yang melakukan ribath di Tal Ajul terkepung oleh tank-tank Israel dan pasukan khusus mereka. Dari atas, pesawat mata-mata terus mengawasi.

Di saat posisi para mujahidin terjepit, kabut tebal tiba-tiba turun di malam itu. Kabut itu lelah menutupi pandangan mata tentara Israel dan membantu pasukan mujahidin keluar dari kepungan.

Kasus serupa diceritakan oleh Abu Ubaidah. salah satu pemimpin lapangan Al Qassam, sebagaimana ditulis situs almesryoon.com. la bercerita bagaimana kabut tebal tiba-tiba turun dan membatu para mujahidin untuk melakukan serangan.

Awalnya, pasukan mujahiddin tengah menunggu waktu yang tepat untuk mendekati tank-tank tentara Israel guna meledakkannya. “Tak lupa kami berdoa kepada Allah agar dimudahkan untuk melakukan serangan ini,” kata Abu Ubaidah.

Tiba-tiba turunlah kabut tebal di tempat tersebut. Pasukan mujahidin segera bergerak menyelinap di antara tank-tank, menanam ranjau-ranjau di dekatnya, dan segera meninggalkan lokasi tanpa diketahui pesawat mata-mata yang memenuhi langit Gaza, atau oleh pasukan infantri Israel yang berada di sekitar kendaraan militer itu. Lima tentara Israel tewas di tempat dan puluhan lainnya luka-luka setelah ranjau-ranjau itu meledak.

Selamat dengan al-Qur’an

Cerita ini bermula ketika salah seorang pejuang yang menderita luka memasuki rumah sakit As Syifa’. Seorang dokter yang memeriksanya kaget ketika mengelahui ada sepotong proyektil peluru bersarang di saku pejuang tersebut.

Yang membuat ia sangat kaget adalah timah panas itu gagal menembus jantung sang pejuang karena terhalang oleh sebuah buku doa dan mushaf al-Qur’an yang selalu berada di saku sang pejuang.

Buku kumpulun doa itu berlobang, namun hanya sampul muka mushaf itu saja yang rusak, sedangkan proyektil sendiri bentuknya sudah “berantakan”.

Kisah ini disaksikan sendiri oleh Dr Hisam Az Zaghah, dan diceritakannya saat Festival Ikatan Dokter Yordan sebagaimana ditulis situs partai Al Ikhwan Al Muslimun (23/1/2009).

Dr Hisam juga memperlihatkan bukti berupa sebuah proyektil peluru, mushaf Al Qur’an, serta buku kumpulan doa-doa berjudul Hishnul Muslim yang menahan peluru tersebut.

Abu Ahid, imam Masjid AnNur di Hay As Syeikh Ridzwan, juga punya kisah menarik. Sebelumnya, Israel telah menembakkan 3 rudalnya ke masjid itu hingga tidak tersisa kecuali hanya puing-puing bangunan. “Akan tetapi mushaf-mushaf Al Quran tetap berada di tampatnya dan tidak tersentuh apa-apa,” ucapnya seraya tak henti bertasbih.

“Kami temui beberapa mushaf yang terbuka tepat di ayat-ayat yang mengabarkan tentang kemenangan dan kesabaran, seperti firman Allah, ‘Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali,”(Al-Baqarah [2]: 155-156),” jelas Abu Ahid sebagaimana dikutip Islam Online (15/1/2009).***

Harum Jasad Para Syuhada

Abdullah As Shani adalah anggota kesatuan sniper (penembak jitu) al-Qassam yang menjadi sasaran rudal pesawat F-16 Israel ketika sedang berada di pos keamanan di Nashirat, Gaza.

Jasad komandan lapangan al-Qassam dan pengawal khusus para tokoh Hamas ini “hilang” setelah terkena rudal. Selama dua hari jasad tersebut dicari, ternyata sudah hancur tak tersisa kecuali serpihan kepala dan dagunya. Serpihan-serpihan tubuh itu kemudian dikumpulkan dan dibawa pulang ke rumah oleh keluarganya untuk dimakamkan.

Sebelum dikebumikan, sebagaimana dirilis situs syiria-aleppo. com (24/1/2009), serpihan jasad tersebut sempat disemayamkan di sebuah ruangan di rumah keluarganya. Beberapa lama kemudian, mendadak muncul bau harum misk dari ruangan penyimpanan serpihan tubuh tadi.

Keluarga Abdullah As Shani’ terkejut lalu memberitahukan kepada orang-orang yang mengenal sang pejuang yang memiliki kuniyah (julukan) Abu Hamzah ini.

Lalu, puluhan orang ramai-ramai mendatangi rumah tersebut untuk mencium bau harum yang berasal dari serpihan-serpihan tubuh yang diletakkan dalam sebuah kantong plastik.

Bahkan, menurut pihak keluarga, 20 hari setelah wafatnya pria yang tak suka menampakkan amalan-amalannya ini, bau harum itu kembali semerbak memenuhi rungan yang sama.

Cerita yang sama terjadi juga pada jenazah Musa Hasan Abu Nar, mujahid Al Qassam yang juga syahid karena serangan udara Israel di Nashiriyah. Dr Abdurrahman Al Jamal, penulis yang bermukim di Gaza, ikut mencium bau harum dari sepotong kain yang terkena darah Musa Hasan Abu Nar. Walau kain itu telah dicuci berkali-kali, bau itu tetap semerbak.

Ketua Partai Amal Mesir, Majdi Ahmad Husain, menyaksikan sendiri harumnya jenazah para syuhada. Sebagaunana dilansir situs Al Quds Al Arabi (19/1/2009), saat masih berada di Gaza, ia menyampaikan, “Saya telah mengunjungi sebagian besar kota dan desa-desa. Saya ingin melihat bangunan-bangunan yang hancur karena serangan Israel. Percayalah, bahwa saya mencium bau harumnya para syuhada.”

Dua Pekan Wafat, Darah Tetap Mengalir

Yasir Ali Ukasyah sengaja pergi ke Gaza dalam rangka bergabung dengan sayap milisi pejuang Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam. Ia meninggalkan Mesir setelah gerbang Rafah, yang menghubungkan Mesir-Gaza, terbuka beberapa bulan lalu.

Sebelumnya, pemuda yang gemar menghafal al-Qur’an ini sempat mengikuti wisuda huffadz (para penghafal) al-Qur’an di Gaza dan bergabung dengan para mujahidin untuk memperoleh pelatihan militer. Sebelum masuk Gaza, di pertemuan akhir dengan salah satu sahabatnya di Rafah, ia meminta didoakan agar memperoleh kesyahidan.

Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih, di bumi jihad Gaza, ia telah memperoleh apa yang ia cita-citakan. Yasir syahid dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Israel di kamp pengungsian Jabaliya.

Karena kondisi medan, jasadnya baru bisa dievakuasi setelah dua pekan wafatnya di medan pertempuran tersebut.

Walau sudah dua pekan meninggal, para pejuang yang ikut serta melakukan evakuasi menyaksikan bahwa darah segar pemuda berumur 21 tahun itu masih mengalir dan fisiknya tidak rusak. Kondisinya mirip seperti orang yang sedang tertidur.

Sebelum syahid, para pejuang pernah menawarkan kepadanya untuk menikah dengan salah satu gadis Palestina, namun ia menolak. “Saya meninggalkan keluarga dan tanah air dikarenakan hal yang lebih besar dari itu,” jawabnya.

Kabar tentang kondisi jenazah pemuda yang memiliki kuniyah Abu Hamzah beredar di kalangan penduduk Gaza. Para khatib juga menjadikannya sebagai bahan khutbah Jumat mereka atas tanda-tanda keajaiban perang Gaza. Cerita ini juga dimuat oleh Arab Times (7/2/ 2009)

Terbunuh 1.000, Lahir 3.000

Hilang seribu, tumbuh tiga ribu. Sepertinya, ungkapan ini cocok disematkan kepada penduduk Gaza. Kesedihan rakyat Gaza atas hilangnya nyawa 1.412 putra putrinya, terobati dengan lahirnya 3.700 bayi selama 22 hari gempuran Israel terhadap kota kecil ini.

Hamam Nisman, Direktur Dinas Hubungan Sosial dalam Kementerian Kesehatan pemerintahan Gaza menyatakan bahwa dalam 22 hari 3.700 bayi lahir di Gaza. “Mereka lahir antara tanggal 27 Desember 2008 hingga 17 Januari 2009, ketika Is*rael melakukan serangan yang menyebabkan meninggalnya 1.412 rakyat Gaza, yang mayoritas wanita dan anak-anak,” katanya.

Bulan Januari tercatat sebagai angka kelahiran tertinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. “Setiap tahun 50 ribu kasus kelahiran tercatat di Gaza. Dan, dalam satu bulan tercatat 3.000 hingga 4.000 kelahiran. Akan tetapi di masa serangan Israel 22 hari, kami mencatat 3.700 kelahiran dan pada sisa bulan Januari tercatat 1.300 kelahiran. Berarti dalam bulan Januari terjadi peningkatan kelahiran hingga 1.000 kasus.

Rasio antara kematian dan kelahiran di Gaza memang tidak sama. Angka kelahiran, jelasnya lagi, mencapai 50 ribu tiap tahun, sedang kematian mencapai 5 ribu.

“Israel sengaja membunuh para wanita dan anak-anak untuk menghapus masa depan Gaza. Sebanyak 440 anak-anak dan 110 wanita telah dibunuh dan 2.000 anak serta 1.000 wanita mengalami luka-luka.

 www.blak-blakan.com)

Mei
19
Filed Under (Sekilas Info) by PenYejuk haTi UntukmU on 19-05-2010

20100519_124616_1TABIR misteri yang menyelimuti pengunduran diri Sri Mulyani Indrawati dari jabatan Menteri Keuangan mulai terkuak. Menkeu terbaik se-Asia versi majalah Euromoney (2006) mengatakan yang membuatnya hengkang ke Bank Dunia adalah tekanan politik.

“Apa pun yang saya putuskan sebagai pejabat publik tidak lagi dikehendaki di dalam suatu sistem politik,” kata Sri Mulyani dalam kuliah umum yang bertajuk Kebijakan Publik dan Etika Publik di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, tadi malam.

Tanpa tedeng aling-aling, ia menegaskan perkawinan kepentingan di Indonesia sangat dominan dan nyata. “Bahkan ada yang mengatakan itu kartel. Tapi saya lebih suka menggunakan kata kawin walaupun jenis kelaminnya sama,” imbuhnya.

Sri Mulyani mengenakan busana warna biru muda berlengan panjang. Ia tampil penuh semangat, suaranya kadang meninggi dengan penekanan pada kata-kata tertentu. Tepuk tangan hadirin pun seolah tak putus di ballroom hotel itu. Dengan lugas pula Sri Mulyani mengungkapkan buruknya kompromi kepentingan yang terjadi di Indonesia. Ia pun bercerita kala menghadiri rapat untuk membuat kebijakan yang berimplikasi kepada anggaran. “Orang-orang tersebut sama sekali tidak merasa risih.”

Alhasil, kata Sri Mulyani konflik kepentingan tersebut di anggap sebagai suatu kepalsuan yang wajar di Indonesia. Dia mencontohkan bahwa masih ada pengusaha yang mengaku telah meninggalkan dunia usahanya ketika menjadi pejabat publik. Namun ternyata, saudara-saudara mereka masih melakukan praktik usaha. “Itu gaya Orde Baru,” cetusnya.

Konflik kepentingan itu, lanjut dia, dimulai dari pemilihan seseorang untuk menjadi chief executive officer (CEO) Indonesia. Ongkos untuk membuat seseorang dipilih untuk menjadi pemimpin di Indonesia sangat besar.

“Di tingkat daerah saja tidak mungkin dipenuhi dengan gajinya. Apalagi untuk menjadi presiden,” katanya.

Salah satu solusi untuk menutupi biaya tersebut, lanjutnya, adalah dengan menjualbelikan kebijakan. Sri Mulyani mengaku, selama menjadi menteri, dia miskin apresiasi. Selama lima tahun menjabat menkeu, dia merasa semua orang memusuhinya.

Merasa menang
Dalam kuliah tersebut, Sri juga menegaskan bahwa kepergiannya menjadi managing director di Bank Dunia adalah suatu kemenangan. Pertama, kemenangan ketika dirinya tidak mengkhianati kebenaran. Kedua, dirinya tidak mengingkari hati nurani. Ketiga, dirinya bisa menjaga martabat dan harga diri.

“Maka di situ saya menang. Saya tidak bisa didikte siapa pun, termasuk mereka yang menginginkan saya tidak di sini,” ujarnya. Hadirin pun langsung standing applause.

Ikut hadir pada acara yang digelar Perhimpunan Pendidikan Demokrasi itu Pejabat Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution, Ketua Bapepam-LK Fuad Rachmany, Raden Pardede, Wimar Witoelar, Marsilam Simanjuntak, dan putra keduanya, Adwin Haryo Indrawan. Juga hadir sejumlah tokoh lintas bidang.

Di Malaysia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan akan mengumumkan nama menkeu yang baru dalam satu dua hari.

(mediaindonesia)

Mei
16
Filed Under (Sekilas Info) by PenYejuk haTi UntukmU on 16-05-2010

DALAM tempo empat hari lagi, genap setahun kursi Gubernur Bank Indonesia (BI) dibiarkan lowong. Boediono yang kini wakil presiden sudah meninggalkan jabatan itu sejak 16 Mei 2009.

Dan, 1 Juni nanti Sri Mulyani Indrawati akan berhenti dari jabatan menteri keuangan. Jika melihat pengalaman Bank Indonesia, bisa-bisa kursi menteri keuangan dibiarkan kosong berlama-lama.

Toh, dalam kasus Bank Indonesia ternyata semuanya berjalan biasa-biasa saja. Indikator makroekonomi seperti nilai tukar rupiah, cadangan devisa, dan juga pengawasan perbankan tidak bergejolak.

Entah karena kepiawaian Pelaksana Tugas Gubernur BI Darmin Nasution atau sebab lain sehingga nyaris seluruh indikator ekonomi tidak terlalu terpengaruh. DPR juga tampak tenang-tenang saja melihat gejala itu sehingga tak terasa nyaris setahun kursi Gubernur BI tidak berpenghuni.

Sempat muncul spekulasi bahwa kursi itu dibiarkan lowong untuk diisi Sri Mulyani. Tapi spekulasi itu terpatahkan setelah Sri disetujui 100% oleh Presiden SBY menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Karena itu, bukan sekadar kursi Gubernur BI yang lowong. Posisi menteri keuangan pun sebentar lagi berganti penghuni.

Kini, barulah publik dan pasar bereaksi. Mereka melihat ada gelagat tidak beres dari mudahnya SBY menyetujui Sri Mulyani ke Bank Dunia.

Padahal, banyak yang mafhum sepak terjang Sri Mulyani dalam menata birokrasi di Kementerian Keuangan lumayan menggigit. Lalu muncullah dugaan bahwa Sri dikorbankan demi menyelamatkan kekuasaan.

Dugaan itu makin mendekati kenyataan ketika pada saat yang bersamaan muncul kartel politik bernama Sekretariat Bersama (Sekber) Partai Koalisi. Kian klop ketika Aburizal Bakrie yang punya rekam jejak ‘perseteruan’ dengan Sri Mulyani–juga Darmin Nasution–didapuk menjadi ketua pelaksana harian sekber koalisi.

Sulit untuk berkelit bahwa sekber koalisi merupakan permufakatan yang melahirkan persekutuan elite di dalam kamar. Dari elite di dalam kamar itulah amat mungkin desain kekuasaan, termasuk pos-pos jabatan menteri, Gubernur BI, bahkan jaksa agung, diciptakan.
Sekber koalisi tengah merintis jalan takdir politik menjadi penentu segala-galanya di negeri ini. Dengan 75% kekuatan politik di tangan, tidak ada wilayah yang mustahil untuk dijamah sekber koalisi.

Karena itu, kalau pasar mulai sedikit gaduh menunggu kepastian siapa yang akan mengisi kursi menteri keuangan dan Gubernur BI, ada baiknya tanyakan semuanya kepada sekber koalisi. Angkat telepon dan bertanya, “Halo, sekber koalisi, siapa menteri keuangan pengganti Sri Mulyani dan siapa Gubernur BI?”

Tapi, siap-siaplah kecewa bila nama calon yang keluar dari kantong sekber tidak ramah pasar, atau malah tidak paham pasar sama sekali. Itu sudah lumrah untuk sebuah praktik kartel, suka atau tidak suka.

(mediaindonesia)

Mei
13
Filed Under (Sekilas Info) by PenYejuk haTi UntukmU on 13-05-2010

mulyani1-dalamJakarta - Walaupun selalu menggunakan supir pribadi, rupanya Menteri Keuangan merupakan pengendara mobil yang handal. Namun Sri Mulyani takut untuk ngebut karena trauma pernah mengalami kecelakaan.

“Ibu jago nyopir,” ungkap sopir Sri Mulyani, Gustaf Ari Wahyu saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (7/5/2010).

Gustaf menceritakan sewaktu anak Sri Mulyani ingin belajar mengendari mobil, tiba-tiba terbersit keinginan Sri Mulyani untuk mengendarai kembali kendaraan roda empat itu. Tanpa pikir panjang, Sri Mulyani mengendarai mobil dinas suaminya dan melaju mengitari kediaman hingga Bundaran HI bersama keluarganya. Gustaf yang mengikuti sang Menteri dengan mobil kementerian B 1189 RFS, mengaku malah sempat tertinggal.

“Ibu pernah nyopir sekali. Putar kediaman di Widya Chandra terus ke HI, kemudian balik lagi. Kita ikuti dengan mobil RFS ya sempat ketinggalan juga,” kenangnya.

Gustaf juga akui Sri Mulyani trauma dengan mobil berkecepatan tinggi karena dirinya sempat mengalami kecelakaan saat masih bertugas di Bappenas. Hal inilah yang membuatnya mewanti-wanti supirnya untuk menjaga kecepatan pada level yang aman sekitar 70-80km/jam untuk dalam kota dan sekitar 120km/jam untuk luar kota. Walaupun pernah mencapai 170km/jam, jika benar-benar dalam keadaan mendesak.

“Pernah juga 170km/jam, seperti waktu di DPR itu, kan dari sana jam 9 lewat. Padahal harus mengejar pesawat jam 9.30 malam untuk ke Bali,” ujarnya.

Untuk mengalihkan ketakutannya pada kecepatan tinggi, lanjut Gustaf, Sri Mulyani biasanya menikmati perjalanan dengan membaca dan menelepon keluarga.

“Biasanya ibu baca atau telepon keluarga,” jelasnya.

Layaknya mobil lain, Gustaf mengaku perjalanannya bersama Sri Mulyani juga pernah diwarnai kesasar dan ditilang. Saat terdesak, mobil Sri Mulyani juga pernah masuk jalur busway.

“Pernah (masuk jalur busway) tapi itu kalau mendesak. Itu juga jalur yang track-nya pendek,” candanya.

Namun, yang sempat membuat Gustaf mengharu-biru yaitu kenangannya ketika secara tiba-tiba, Sri Mulyani meminta memberhentikan mobilnya. Kemudian, Sri Mulyani turun menemui seorang ibu pengemis dan memberinya sejumlah uang.

“Rupanya Ibu sudah memerhatikan ibu tua pengemis itu dari atas gedung hotel waktu ada jamuan makan. Makanya waktu melewati pengemis itu, beliau meminta saya memberhentikan mobilnya,” ujar Gustaf dengan haru.

Begitu banyak kenangan bersama orang nomor satu di Kementerian Keuangan itu, sehingga membuat Gustaf agak berat melapaskan kepergian sang atasan ke Washington.

“Kalau bisa, Ibu jangan pindah deh,” harapnya.

Namun berdasarkan informasi, Sri Mulyani akan bertolak ke Washington guna memenuhi panggilan Bank Dunia sekitar akhir bulan Mei karena harus mengikuti masa pengenalan di tempat kerja barunya tersebut. Sri Mulyani rencananya akan bertugas sebagai Managing Director di Bank Dunia per 1 Juni 2010.

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

PENGUMUMAN

NOMOR : PENG-01/PANPEN/V/2010

TENTANG

PENYARINGAN/PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL

TINGKAT SARJANA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEUANGAN

TAHUN ANGGARAN 2010

Dalam rangka mengisi formasi pegawai Kementerian Keuangan R.I. Tahun Anggaran 2010, Kementerian Keuangan memberikan kesempatan kepada Warga Negara Indonesia yang berijazah Sarjana (S1) dan Pasca Sarjana (S2) untuk diterima sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil yang akan ditugaskan di lingkungan Kementerian Keuangan R.I. yaitu :

I. UNIT ESELON I YANG MEMBUTUHKAN TENAGA SARJANA/PASCA SARJANA


1. Sekretariat Jenderal;

2. Direktorat Jenderal Anggaran;

3. Direktorat Jenderal Pajak;

4. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai;

5. Direktorat Jenderal Perbendaharaan;

6. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara;

7. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan;

8. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang;

9. Inspektorat Jenderal;

10. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan;

11. Badan Kebijakan Fiskal;

12. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan.


II. KUALIFIKASI PENDIDIKAN

KODE

TINGKAT

PENDIDIKAN

KODE

PROGRAM STUDI

PROGRAM STUDI

01

Sarjana (S1)

01

Manajemen

02

Manajemen (SDM)

03

Manajemen (Keuangan)

04

Manajemen (Keuangan, Bersertifikat CFA)

05

Manajemen Informatika

06

Manajemen Hutan

07

Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan

08

Akuntansi

09

Komputerisasi Akuntansi

10

Akuntansi (memiliki register negara untuk akuntan)

11

Teknik Pertambangan

12

Teknik Kimia

13

Teknik Sipil

14

Teknik Mesin

15

Teknik Elektro

16

Teknik Industri

17

Teknik Komputer

18

Teknik Informatika

19

Sistem Informasi

20

Teknologi Pendidikan

21

Matematika

22

Statistika

23

Arsitektur

24

Desain Komunikasi Visual

25

Psikologi

26

Ilmu Hukum

27

Ilmu Hukum (Bisnis)

28

Ilmu Hukum (Administrasi Negara)

29

Ilmu Hukum (Perdata)

30

Ilmu Hukum (Internasional)

31

Ilmu Hukum (Ekonomi)

32

Ilmu Administrasi Negara

33

Ilmu Administrasi Niaga

34

Ilmu Komunikasi (Kehumasan)

35

Ilmu Komunikasi (Jurnalistik)

36

Ilmu Perpustakaan

37

Ilmu Sejarah

38

Pendidikan Akuntansi

39

Pendidikan Bahasa Inggris

40

Pendidikan Matematika

41

Pendidikan Bahasa Indonesia

42

Sastra Inggris

43

Sastra Cina

44

Sastra Jepang

45

Sastra Arab

46

Sastra Indonesia

02

Pasca Sarjana

47

Psikologi (Profesi)

(S2)

48

Manajemen (SDM)

49

Manajemen (Keuangan)

50

Manajemen (Strategis)

51

Manajemen (Pemasaran)

52

Teknik Informatika

53

Akuntansi

54

Ilmu Hukum

55

Aktuaria

III. SYARAT DAN TATA CARA PENDAFTARAN

A. Persyaratan Umum

1. Warga Negara Indonesia;

2. Berusia minimal 18 tahun, per tanggal 10 Mei 2010;

3. Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan Pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap, karena melakukan suatu tindak pidana kejahatan;

4. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;

5. Tidak berkedudukan sebagai PNS atau CPNS;

6. Mempunyai pendidikan, kecakapan, keahlian dan keterampilan yang diperlukan;

7. Berkelakuan baik;

8. Sehat Jasmani dan Rohani;

9. Bersedia bekerja pada instansi-instansi dalam lingkungan Kementerian Keuangan, dan bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

B. Persyaratan Khusus

1. Mempunyai Indek Prestasi Kumulatif (IPK) sekurang-kurangnya 3,00 dalam skala 4 atau 3,75 dalam skala 5 bagi lulusan Sarjana (S1) dan 3,25 dalam skala 4 atau 4,06 dalam skala 5 bagi lulusan Pasca Sarjana (S2);

2. Umur pada tanggal 10 Mei 2010, tidak lebih dari 27 tahun bagi pelamar lulusan S1 (tanggal lahir 10 Mei 1983 dan setelahnya), dan 30 tahun bagi pelamar lulusan S1 Akuntansi yang memiliki register negara untuk Akuntan dan lulusan S2 (batas tanggal lahir 10 Mei 1980 dan setelahnya);

C. Tata Cara Pendaftaran

1. Pendaftaran dilaksanakan secara on-line melalui website http://ppcpns.depkeu.go.id mulai tanggal 10 Mei 2010 sampai dengan tanggal 16 Mei 2010;

2. Pelamar yang telah melakukan pendaftaran secara on-line dapat mengunduh (download) Formulir Pendaftaran On-line, Surat Pernyataan, dan Tanda Bukti Pendaftaran;

3. Pelamar wajib:

3.1. Setelah mengisi Formulir Pendaftaran, membubuhi pas photo berwarna terbaru ukuran 3×4 cm pada Berkas Formulir Pendaftaran On-line, membubuhi materai Rp6.000,00 dan menandatanganinya;

3.2. Membubuhi materai Rp6.000,00 dan menandatangani Surat Pernyataan;

3.3. Membubuhi pas photo berwarna terbaru ukuran 3×4 cm (sama dengan foto yang tertempel di Berkas Formulir Pendaftaran) pada Berkas Tanda Bukti Pendaftaran dan menandatanganinya.

4. Pelamar wajib mengirimkan Berkas Formulir Pendaftaran dengan stofmap berwarna :

a. Merah untuk Sarjana (S1);

b. Kuning untuk Sarjana (S2) dan S1 Akuntansi (memiliki register negara untuk Akuntan).

beserta lampirannya dengan urutan dari atas sebagai berikut:

4.1. Fotokopi KTP yang masih berlaku;

4.2. Fotokopi Ijazah yang dilegalisasi (cap dan tanda tangan asli) oleh pejabat yang berwenang (Rektor/Dekan/Direktur Program/Pembantu Dekan Bidang Akademik bagi Universitas/Institut, atau Ketua/Pembantu Ketua Bidang Akademik bagi Sekolah Tinggi, atau Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan Nasional bagi lulusan Perguruan Tinggi Luar Negeri) sebanyak 1 lembar (Tanda Lulus Sementara/Surat Keterangan Lulus Tidak Berlaku);

4.3. Fotokopi Transkrip Nilai yang dilegalisasi (cap dan tanda tangan asli) oleh pejabat yang berwenang (Rektor/Dekan/Direktur Program/Pembantu Dekan Bidang Akademik bagi Universitas/Institut, atau Ketua/Pembantu Ketua Bidang Akademik bagi Sekolah Tinggi, atau Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan Nasional bagi lulusan Perguruan Tinggi Luar Negeri) sebanyak 1 lembar;

4.4. Fotokopi Sertifikat Register Negara untuk Akuntan bagi yang mendaftar untuk program studi S1 Akuntansi (memiliki register negara untuk Akuntan) sebanyak 1 lembar;

4.5. Fotokopi Sertifikat Chartered Financial Analyst (CFA) bagi yang mendaftar untuk program studi S1 Manajemen (Keuangan, bersertifikat CFA) sebanyak 1 lembar;

4.6. Fotokopi Surat Keterangan Catatan Kepolisian yang minimal dikeluarkan oleh Kepolisian Sektor setempat sebanyak 1 lembar yang masih berlaku;

4.7. Surat Keterangan Berbadan Sehat (asli) yang dikeluarkan oleh Dokter Pemerintah yang masih berlaku;

4.8. Surat Pernyataan yang telah diunduh, dibubuhi meterai Rp.6000,00 dan ditandatangani.

Berkas Formulir Pendaftaran ditempel di cover stofmap tersebut.

5. Stopmap yang berisi lamaran dimasukkan dalam amplop coklat ukuran folio dan dikirim melalui Kantor Pos kepada:

Ketua Panitia Pusat Penyaringan/Penerimaan

Calon Pegawai Negeri Sipil Tingkat Sarjana di Lingkungan Kementerian Keuangan

Tahun Anggaran 2010

melalui P.O. BOX 1001 Jakarta 10000. Berkas lamaran paling lambat diterima Panitia Pusat paling lambat 29 Mei 2010 (Cap Pos). Berkas lamaran yang diterima panitia menjadi milik panitia dan tidak dapat diminta kembali oleh pelamar;

6. Pada pojok kiri atas amplop dituliskan tempat Lokasi Tes/Ujian dan kode Kualifikasi sesuai yang tercantum dalam Formulir Pendaftaran On-line. Lokasi Tes/Ujian yang sudah dipilih tidak diperkenankan diganti selama peserta mengikuti tahapan tes

Contoh : Jakarta / 21 (Lokasi Ujian / Program Studi Matematika)

7. Pelamar dapat melihat pengumuman pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi pada tanggal 16 Juni 2010 melalui portal Kementerian Keuangan www.depkeu.go.id atau http://ppcpns.depkeu.go.id;

8. Informasi lebih lanjut mengenai Penyaringan/Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil ini dapat dilihat melalui portal Kementerian Keuangan www.depkeu.go.id atau http://ppcpns.depkeu.go.id.

IV. LAIN-LAIN

Dalam proses pendaftaran, Penyaringan/Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Kementerian Keuangan Tahun Anggaran 2010 berlaku ketentuan sebagai berikut :

1. Dalam rangka Penyaringan/Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil ini Panitia Pusat Penyaringan/Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Kementerian Keuangan Tahun Anggaran 2010 tidak mengadakan bimbingan tes atau persiapan pendahuluan, tidak mengadakan surat-menyurat dan tidak memungut biaya apapun selama proses seleksi/tes.

2. Biaya transportasi dan akomodasi selama mengikuti tahapan tes/ujian ditanggung oleh pelamar.

3. Setiap Pelamar dapat melihat Pengumuman hasil setiap tahapan tes/ujian secara on-line melalui portal Kementerian Keuangan www.depkeu.go.id. dan Papan Pengumuman di Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan di daerah sesuai dengan lokasi tes (TIDAK DIUMUMKAN DI SURAT KABAR).

4. Bagi mereka yang pernah mengajukan lamaran untuk bekerja di lingkungan/unit Kementerian Keuangan yang sampai pengumuman ini belum mendapat balasan, sepanjang memenuhi syarat dalam pengumuman ini, wajib mengajukan lamaran kembali sesuai prosedur yang berlaku (lamaran yang pernah dikirim ke Kementerian Keuangan dianggap tidak berlaku).

5. Unit pilihan hanya merupakan bahan pertimbangan panitia untuk penempatan peserta yang dinyatakan lulus/memenuhi syarat. Dalam hal kebutuhan unit eselon I yang dipilih telah terpenuhi, maka peserta yang dinyatakan lulus/memenuhi syarat harus bersedia ditempatkan pada unit eselon I lainnya sebagaimana tersebut pada angka romawi I.

6. Keputusan Panitia dalam hal kelulusan pendaftar/pelamar pada setiap tahap tes bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

7. Kelulusan pelamar pada setiap tahapan tes ditentukan oleh kemampuan dan kompetensi pelamar. Apabila ada pihak/oknum yang menawarkan jasa dengan menjanjikan untuk dapat diterima menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Keuangan dengan meminta imbalan tertentu, maka perbuatan tersebut adalah penipuan. Panitia tidak bertanggung jawab atas perbuatan pihak/oknum tersebut.

8. Apabila pelamar memberikan keterangan/data yang tidak benar, dan di kemudian hari diketahui, baik pada setiap tahapan tes/ujian, maupun setelah diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Keuangan, Kementerian Keuangan berhak membatalkan kelulusan tersebut dan/atau memberhentikan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Keuangan, menuntut ganti rugi atas kerugian negara yang terjadi akibat keterangan yang tidak benar tersebut, dan melaporkan sebagai tindak pidana ke Pengadilan Negeri, karena telah memberikan keterangan palsu.

Jakarta, 8 Mei 2010

Sekretaris Jenderal

ttd

Mulia P. Nasution

NIP. 195108271976031001

www.depkeu.go.id | 11 May 2010
Mei
06
Filed Under (Sekilas Info) by PenYejuk haTi UntukmU on 06-05-2010

banjir1Trenggalek (ANTARA News) - Dua dari empat korban banjir bandang di Trenggalek, Jawa Timur, belum ditemukan dan tim SAR yang sempat menghentikan pencarian sekarang melanjutkan lagi tugasnya.

Sementara dua korban yang sudah ditemukan, Yatemi (70) dan Ropingah (35), didapati sudah tidak bernyawa diantara reruntuhan longsor akibat banjir, kata Kasi Penanggulangan Bencana Kantor Kesbangpol Linmas Trenggalek, Maryono, Kamis.

Banjir bandang yang menerjang empat kecamatan di kabupaten itu Rabu (5/5) telah memporak porandakan pemukiman warga. Banjir bandang dengan ketinggian air hingga dua meter yang datang dari atas lereng Gunung Rajekan Wesi dan meratakan rumah sebagian warga.

banjir2Yatemi dan Ropingah, warga Desa Gembleb, Kecamatan Pogalan dievakuasi diantara material longsor tidak jauh dari rumahnya.

“Sebagian warga tidak sempat menyelamatkan diri saat air bah dalam volume sangat besar menerjang,” papar Maryono.

Dua korban yang sampai sekarang masih dicari adalah Muji (85) dan Tambir (85), dan keduanya diduga sudah tewas.

Menurut sejumlah saksi, saat banjir datang keduanya masih berada di dalam rumah. Kiriman air bah setinggi dua meter lebih telah menghanyutkan rumah mereka hingga rata dengan tanah.

banjir3“Tubuh kedua kakek ini belum diketahui rimbanya. Besar kemungkinan mereka tewas karena ketinggian air yang menerjang rumah mereka dilaporkan mencapai dua meter lebih,” kata seorang warga menambahkan.

Belum diketahui berapa jumlah pasti rumah yang rusak atau roboh akibat bencana alam kali ini.

Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui dinas/lembaga terkait sampai saat ini masih terus mendata kerugian yang ditimbulkan.

Mei
04
Filed Under (Sekilas Info) by PenYejuk haTi UntukmU on 04-05-2010

BILA otak dirasuki nafsu kotor, semua yang bersih di hadapan mata bisa dikelabui menjadi kotor. Celakanya, pengelabuan itu dibenarkan karena telah ditempuh melalui prosedur yang dibenarkan menurut logika hukum.

Korupsi, penyakit terparah bangsa ini, telah menjadi wabah di semua institusi negara. Celakanya, parlemen, institusi yang berisi para wakil rakyat yang mengemban aspirasi–di antaranya kebencian publik terhadap korupsi–justru menjadi sarang korupsi.

Itu bukan isapan jempol belaka. Sudah banyak anggota DPR yang masuk bui karena suap dan manipulasi. Banyak pula anggota dewan aktif yang kini menjadi saksi dan berkelit di persidangan suap tanpa merasa bersalah.

Tidak cuma itu. Survei lembaga Transparency International Indonesia dalam beberapa tahun terakhir masih menempatkan DPR sebagai salah satu lembaga terkorup di negeri ini, bersama kepolisian, kejaksaan, kehakiman, dan partai politik.

Korupsi sudah merusak cara berpikir anggota dewan sedemikian rupa sehingga tega memiringkan yang tegak, menyalahkan yang benar, dan membengkokkan yang lurus. Rencana membangun gedung baru DPR senilai Rp1,8 triliun adalah sebuah contoh tentang kemiringan berpikir itu.

Gedung berusia 19 tahun yang masih tegak berdiri itu dihembuskan ketakutan mati para anggotanya karena gedung berlantai 24 itu dikabarkan telah miring 7-8 derajat. Ketakutan itu menjadi landasan kuat untuk mengucurkan uang Rp1,8 triliun bagi pembangunan gedung baru.

Itu bermula dari gempa tektonik yang melanda Jawa Barat pada 2 September 2009. Pimpinan DPR yang takut mati menulis surat kepada Departemen Pekerjaan Umum pada 15 September 2009 untuk meneliti kelayakan gedung, terutama perkara ketahanan terhadap guncangan gempa.

Departemen Pekerjaan Umum lalu meneliti dan menjawab surat pimpinan DPR itu seminggu kemudian. Isinya, gedung itu memerlukan perbaikan ringan. Tidak ada satu kata pun rekomendasi dari PU yang mengatakan gedung itu miring dan karena itu, harus dibangun gedung baru.

Kalau otak dirasuki nafsu korupsi, nalar pun dikorbankan. Soal kemiringan gedung, misalnya, harus ada orang atau lembaga kompeten yang menentukan. Tidak bisa diputuskan berdasarkan ketakutan para anggota saja terhadap guncangan gempa.

Jangan hanya karena nafsu membelanjakan uang Rp1,8 triliun dan nikmat yang tersembunyi dan terjanjikan di balik belanja itu, kemiringan gedung disepakati dengan cara yang sangat konyol. Apa pun argumennya, soal kemiringan gedung ada pada wilayah kompetensi otoritas sipil, bukan DPR.

Tetapi bila penghuni gedung didominasi pikiran miring, bangunan yang tegak pun bisa dibilang miring. Dan, ternyata DPR mengabaikan sama sekali kompetensi dan otoritas sipil ketika telah mengetuk palu bagi pembangunan gedung baru senilai Rp1,8 triliun.

Nurani dan keterkaitan batin di sekitar kemiskinan dan kejujuran ternyata telah terputus antara anggota DPR dan rakyat yang diwakilinya. DPR telah menemukan habitatnya, yaitu sebuah gedung tegak yang memupuk semua pikiran dan selera miring.

(sumber : www.mediaindonesia.com

Mei
01
Filed Under (BERITA TIMUR TENGAH) by PenYejuk haTi UntukmU on 01-05-2010

haniyah1Hidayatullah.com–Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniyah mengungkapkan sebuah inisiatif baru untuk rekonsiliasi nasional. Namun dia juga menegaskan bahwa untuk dapat mencapai rekonsiliasi tersebut, maka dibutuhkan adanya interaksi antara Hamas dan Fatah. Ia juga menyerukan agar dibukanya kembali hubungan baru yang lebih baik dengan Mesir, karena ini dinilai  adalah hubungan yang sangat strategis.

Kepada para wartawan Haniyah mengatakan bahwa delegasi Fatah akan mengunjungi Jalur Gaza dan akan segera mendiskusikan masalah ini.
Haniyah juga mengumumkan tiga poin inisiatif untuk rekonsiliasi tersebut, yaitu membuka jalur hubungan antara Rafah, Gaza, dan Tepi Barat, kemudian memperingatkan kepada media agar menghentikan kampanye dan propaganda yang memecah antara Fatah dan Hamas, serta mendesak pembebasan semua tahanan politik.
Haniyah juga mengatakan bahwa Hamas tidak meminta tambahan atau penghapusan poin apapun yang terdapat dalam lembaran rekonsiliasi yang dikeluarkan oleh pemerintah Mesir kepada Palestina tersebut. Namun ia hanya menuntut pelaksanaan dari apa yang telah disepakati dengan Fatah.
“Kami menginginkan rekonsiliasi nasional yang konsisten dan tidak akan mengulang pengalam masa lalu. Serta tidak ada manipulasi taktik untuk menyerang Hamas dan menghapuskannya dari sistem perpolitikan,” tambahnya.
Haniyah menilai akan adanya kesulitan untuk mengadakan pemilihan lokal di Tepi Barat selama musim panas mendatang, seperti yang telah diutarakan juga sebelumnya oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Ia juga menilai bahwa pemilihan umum yang dilakukan di luar Jalur Gaza adalah sebagai kejahatan politik.
Ia menyerukan harus adanya waktu jeda yang serius, sebelum memutuskan untuk mengadakan pemilihan lokal tersebut.  “Tidak akan ada negara di Gaza, tidak akan bisa negara berdiri tanpa Gaza,” ujarnya.

Di samping itu Haniyah juga menegaskan bahwa hubungan antara Hamas dengan Mesir sangatlah strategis. Meskipun sekarang ini hubungan antara Hamas dan Mesir kurang begitu baik, tetapi Haniyah tetap mengharapkan adanya perubahan yang lebih baik lagi.

Sebelumnya, antara Hamas dan pihak keamanan Mesir sempat terjadi kerjasama ketika mengatasi masalah keamanan di Sinai.
Sementara itu, Ketua Biro Politik Hamas, Khalid Mesh’al menyebut intervensi Amerika Serikat ‎terhadap urusan internal Palestina sebagai penghalang utama rekonsiliasi nasional, ‎dan menegaskan urgensi rekonsiliasi nasional Palestina. ‎

Menyinggung prakarsa Komisi Segi Empat yang terdiri dari AS, Rusia, PBB dan Uni ‎Eropa yang menekankan pengakuan eksistensi Zionis Israel sebagai poros ‎segala bentuk perundingan damai, Mesh’al menilai perundingan seperti ini akan ‎menemui kebuntuan.‎

Mei
01
Filed Under (CERPIS (CERITA PENDEK ISLAMI)) by PenYejuk haTi UntukmU on 01-05-2010

cerpen-jenggotPenulis: Deddy Sussantho

Lumpur di lorong-lorong Pasar Cempaka sudah mengering sejak beberapa jam lalu. Siang ini aktifitasnya sudah tidak seramai pagi tadi. Namun bau amis, busuk, kecut, harum, dan segala macam bau masih dapat dicium dengan jelas. Lalat-lalat pun masih mencari nafkahnya di antara sumber bau.

Beberapa meter dari situ, terdapat seorang pemuda yang tengah sibuk memperhatikan sekitarnya. Penampilannya persis mata-mata. Kaca mata hitam, topi hitam, dan jaket hitam. Hampir semuanya hitam, kecuali gigi, kulit, dan celana abu-abu yang belum sempat ia tanggalkan sepulang sekolah. Ia tidak ingin keberadaannya di pasar itu diketahui oleh orang lain, apalagi teman-teman sekolahnya. Langkahnya tampak terburu menuju kios bumbu-bumbu masak.

“Bu, beli kemiri seperempat kilo!” ujar pemuda itu seraya memberi uang lima ribuan kepada si penjual. Proses transaksi tak berlangsung lama, langkahnya kembali terburu meninggalkan kios.

***

“Assalamualaikum!” teriak Budi yang disusul dengan hentakan pintu yang dibanting.

“Waalaikumussalam. Bud, makan dulu,” ujar ibunya. Namun tak dihiraukannya. Dengan cepat Budi sudah berada di lantai dua, menuju kamarnya berada.

“Inilah saatnya melakukan ritual itu!” Budi tampak bersemangat. Segala atribut dan perlengkapan “ritual” pun telah siap.

“Hm… tunggu dulu…” Budi ingat sesuatu.

Ckleck!

Kamarnya ia kunci, khawatir kalau ibunya tiba-tiba masuk kamar sewaktu-waktu.

Kemiri dibakar. Tunggu sebentar. Diperes minyaknya. Terus minyaknya dioleskan di tempat yang diinginkan.

Budi mengikuti semua catatan intruksi dari Ujang, teman baiknya yang telah berhasil menumbuhkan jenggot dengan eksperimen minyak kemiri.

Sebelum mengoleskan minyak ke janggutnya, terlebih dahulu otaknya berkhayal tentang wajahnya yang ditumbuhi jenggot. Otaknya memilih-milih model jenggot yang sekiranya pas dengan mukanya yang lonjong. Rhoma Irama, Onci Ungu, Surya Saputra, dan sejumlah artis berjenggot pun menjadi referensi.

Dengan tangan gemetar, entah karena tidak sabar atau grogi, perlahan ia mulai mengoleskan minyak kemiri ke janggutnya yang plontos polos. Tak lupa lafadz doa terucap khidmat dari mulutnya, berharap jenggot segera tumbuh.

***

Sudah lama sekali Budi ingin memiliki jenggot. Tapi sampai sekarang belum juga janggutnya yang mulus itu ditumbuhi jenggot.

Sebenarnya ia bukan orang yang kekurangan hormon penumbuh bulu. Terbukti dari lebatnya bulu kaki, kumis, dan segala tempat yang ada bulunya. Namun entah kenapa hanya jenggot yang belum ia punya. Terkadang ia sempat kesal ketika temannya ada yang mempertanyakan perihal jenggotnya.

“Bud, jenggot lu ke mana?”

“Hm…setiap hari gw cukur terus, habis gw gak suka jenggot sih,” jawab Budi seadanya. Meski berbohong, dalam hatinya ia ingiiin sekali punya jenggot. Ia kesal karena hanya dia yang belum punya jenggot di antara teman-temannya. Padahal kini ia sudah kelas 3 SMA!

Banyak alasan kenapa Budi ingin sekali punya jenggot. Di antaranya adalah melengkapi kejantanannya yang kurang, menutupi bekas lukanya yang ada di dagu, dan buat jadi pelengkap kebiasaannya mengelus dagu saat berpikir. Gak keren rasanya kalau ngelus dagu tapi gak ada jenggotnya. Namun di balik itu semua, alasan yang paling kuat adalah karena ia sempat ditolak sama adik kelas yang sudah lama ia incar, Lola namanya. Ia ditolak dengan alasan si doi gak suka kumis. Katanya kumis sudah gak jaman. Si doi lebih suka cowok yang punya jenggot. Lebih keren katanya.

“Jangan pernah datangi aku jika kau tidak punya jenggot!” ujar Lola seperti dialog sinetron di akhir proses penolakan.

Selama ini Budi percaya bahwa kumis adalah sumber kejantanan. Karena Bapaknya menaklukan Ibunya lewat model kumis yang sedang populer saat itu. Dengan kata lain, tanpa kumis mungkin Budi tidak akan pernah ada di dunia ini. Namun Budi segera sadar, kejayaan kumis telah hancur seiring hancur hatinya karena ditolak Lola. Lola suka jenggot. Titik. Gak pake kumis.

Satu minggu… dua minggu… dan akhirnya jadilah 3 bulan. Budi mengahampiri Ujang dengan geram. Ia protes. Pasalnya ia sudah mengoleskan minyak kemiri 3 kali sehari setiap sehabis makan, tapi jenggot belum juga hadir di jangutnya hingga sekarang.

“Jang, lu bohong nih! Mana khasiyat kemiri yang lu janjikan? Buktinya sampe sekarang gw belum juga ada jenggot!” protes budi setengah berbisik kepada Ujang di kantin sekolah. Ia tak ingin teman-temannya yang lain tahu kalau ia sedang berusaha menumbuhkan jenggot.

“Sabar donk Bud. Sruuup… Baru juga 3 bulan. Nyamm nyamm… Gw aja dulu ampe setahun! Glekh…” jawab Ujang sambil mengunyah mie goreng pesanannya.

“Gak bisa, Jang. Mana bisa gw nunggu setahun. Nanti keburu kita lulus. Kalau kita lulus kesempatan gw buat ketemu Lola kan jadi susah.”

“Ya kan belum tentu lu lulus, Bud.”

Satu jitakan mendarat di kepala Ujang.
“Serius donk Jang!”

“Hehe… iya iya. Duh, gitu aja marah,” kata Ujang sambil tangan kirinya ngusap-ngusap kepala yang habis dijitak Budi. Tangan kanannya tampak siap memasukkan mie goreng ke dalam mulutnya lagi.

“Lu punya solusi lain gak?” tanya Budi.

Ujang hanya menggeleng. Mulutnya penuh dengan mie goreng. Tak lama kerongkongannya bergerak. Glegh!

“Emang kenapa sih lu demen amat sama Lola? Ampe lu bela-bela numbuhin jenggot gitu.”

“Wah, cinta gw buat Lola gak bisa diungkapkan dengan kata-kata, Jang! Itu cewek imut banget! Senyumnya bagai sabit bulan di tengah malam. Alisnya bak semut beriring. Rambutnya halus sehalus bulu domba…”

“Matanya kaya bola pingpong gak?”

“Hem, hampir.”

“Hidungnya?”

“Licin dan mancung kaya perosotan taman.”
“Kupingnya?”

“Bodo ah!”

Makin hari Budi jadi lebih rajin. Rajin ke warnet, ke perpus, dan berdoa. Tapi bukan rajin belajar biar pinter, melainkan rajin cari tahu bagimana menumbuhkan jenggot. Tak lupa, ritual minyak kemiri tak ia tinggalkan.

Cintanya buat si Lola rupanya sudah sampai ke ubun-ubun. Setiap ada cewek yang dia lihat, selalu menjadi Lola. Guru yang mengajar di kelas adalah Lola. Penjual gado-gado di kantin adalah Lola. Sampai-sampai Kepala sekolahnya adalah Lola. Lola… oh Lola… tapi khayalannya selalu terputus saat ia melihat lelaki berjenggot.

Oh iya, jenggot!

Ia kembali berfikir keras untuk menumbuhkan jenggot. Percuma dia mendekati si Lola kalau dia belum punya jenggot.

Berbagai cara ia lakukan. Mulai dari makan makanan yang dipercaya dapat menumbuhkan jenggot, sampai melaksanakan pantangan-pantangan yang menyebabkan jenggot rontok.

Alhasil, usaha kerasnya kini berbuah manis, jenggot Budi tumbuh! Namun baru sebatas bulu halus. Berselang 2 meter, bulu halus itu sudah tak jelas terlihat. Ah, Mana bisa dapetin cintanya Lola kalau begini?

“Jangan pernah datangi aku jika kau tidak punya jenggot!”

Kata-kata Lola kembali terngiang.

***

Hari ini, seperti biasa, setiap seminggu sekali Budi pergi ke Pasar Cempaka untuk membeli kemiri. tapi kebiasaannya itu terpaksa tertunda beberapa jam karena ia ketiduran. Tapi tetap, pasar yang berjarak lebih dari 2 kilometer dari rumahnya itu ia datangi dengan berjalan kaki. Namun setelah dekat dengan lokasi, langkahnya terhenti. Matanya terkesiap dan meniti orang-orang yang panik dan berlari. Sementara beberapa meter, si jago merah tampak menari sendiri. Pujian angin buat api makin percaya diri. Tapi lain halnya dengan si Budi. Ia jadi panik. Jantungnya bertentum bagai bola basket yang terpantul. Sedang tubuhnya diam mematung. Sesekali matanya ia sapukan, seolah tak percaya dengan apa yang terjadi.

Entah bisikan dari mana, langkahnya mulai hidup kembali. Budi ikut berlari. Tapi tidak sembunyi. Ia ikut membantu mengambil air dengan mencontoh orang-orang yang dari tadi sudah mencari.

Setelah tiga jam, tarian api baru bisa berhenti. Meninggalkan gores luka yang kian meninggi. Tak ada yang tersisa. Termasuk kios kemiri.

Semua orang lelah. Termasuk Budi. Matanya masih menatap sisa-sisa bangunan yang habis dimakan api. Ada satu hal yang ia sadari, bahwa ia bisa saja mati jika saja ia tidak terlambat tadi. Ia kini paham,  kematian bisa hadir kapan saja.

Jantungnya Budi masih berdegub kencang, air matanya mengalir. Hari itu, untuk pertama kalinya, ia melupakan Lola lebih dari tiga jam. Budi tak sadar itu.

***

Waktu bergulir dengan pasti. Tak ada yang tahu kemana arah skenario kehidupan yang ditulis Tuhan. Sepeninggal kejadian di pasar itu, Budi berubah. Ia tidak seperti biasanya. Ia sekarang rajin sholat, setidaknya untuk beberapa minggu ini. Namun itu semua memberikan dampak yang signifikan pada wajahnya. Selain mukanya lebih segar, kini ia punya jenggot! Jenggot dalam arti yang sesungguhnya. Tidak sekedar bulu halus, tapi jenggot tulen! Entah apa karena air wudhu yang sering mengalir di wajahnya atau memang karena minyak kemiri sudah memberikan efeknya. Yang pasti, meski hanya 3 helai, ia bangga telah memilikinya.

Tapi bagai kacang lupa ingatan, memang dasar si Budi, sudah punya jenggot bukannya Tuhan yang diingat, tapi malah sosok Lola yang dilihat. Matanya kembali berapi-api. Jantungnya beradu ramai. Jenggotnya bergoyang-goyang, tanda tekadnya sudah bulat. Ia akan menembak Lola lagi! Kali ini dengan jenggot 3 helai sebagai saksinya.

Lola, akan kupinang engkau dengan jenggotku!

Limo, 20 April 2010

sumber : annida