Sep
08
Filed Under (Sekilas Info) by PenYejuk haTi UntukmU on 08-09-2011

Pasar Blackberry Malaysia cuma sepersepuluh Indonesia.

VIVAnews - Pemerintah geram terhadap produsen BlackBerry, Research In Motion Company, atas pembangunan pabrik mereka di Malaysia. Sebab, pasar BlackBerry Malaysia jauh lebih sedikit dibandingkan Indonesia. “Tapi kenapa membangun pabrik di Malaysia?” Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Gita Wirjawan mempertanyakan, saat ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Rabu 7 September 2011.

Gita mengatakan pasar telepon pintar asal Kanada itu di Indonesia sangat besar. Di Indonesia tahun ini saja RIM menargetkan penjualan 4 juta unit dengan harga rata-rata US$300 per unit. Sedangkan di Malaysia, RIM tak akan mampu menjual lebih dari 400 ribu unit. “Cuma sepersepuluhnya Indonesia,” katanya.

Selain BlackBerry, pemerintah juga kesal terhadap produsen peralatan rumah tangga asal Jerman, Bosch, yang juga membangun pabrik solar panel di Malaysia, sedangkan pasar terbesarnya justru di Indonesia. “Ini yang perlu disikapi,” ujar Gita.

Atas masalah ini pemerintah tengah mengkaji pemberian disinsentif kepada perusahaan yang memiliki pangsa besar di Tanah Air, namun tidak membangun pabrik di Indonesia. “Menteri Perindustrian sudah mengambil sikap,” katanya.

Hingga kini, menurut Gita, pemerintah saat ini masih terus menginventaris produk-produk yang dikonsumsi dengan skala besar, namun tidak memiiliki pabrik di Indonesia. “Tidak ada alasan mereka tidak produksi di Indonesia,” katanya. (kd)


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?


Comments

   asep on 25 Oktober, 2011 at 08:46 #

semoga idonesia lbh baik agar aq gak jadi tki terus di malay


   elang on 8 Nopember, 2011 at 15:45 #

jayalah indonesia, harus berani bersikap dan bisa ….


   erlangga on 15 Januari, 2012 at 22:44 #

iindonesia cuman pandai korupsi…


Post a Comment
Name:
Email:
Website:
Comments: