Agu
29
Filed Under (Kajian Pustaka alias Resensi Buku) by PenYejuk haTi UntukmU on 29-08-2008

Mei Rose:
“Aku telah merampas sesuatu yang paling berharga dari hidupnya. Dan sangat wajar jika perempuan ini datang dengan segunung lahar api. Hm… koreksi. Aku tidak merampas apa pun, aku hanya memaksanya berbagi.”

Arini:
“Jika cinta bisa membuat seorang perempuan setiap ada satu lelaki, kenapa cinta tidak bisa membuat lelaki bertahan dengan satu perempuan?”

Dongeng yang retak-regak.

Peristiwa tragis dan e-mail aneh dari gadis bernama Bulan.

Sementara seseorang berjuang melawan Tuhan, waktu dengans abar menyusun keping-keping puzzle kehidupan yang terserak, lewat skenario yang menakjubkan.

***

Para penulis perempuan seperti gumpalan burung yang jatuh dari udara, menyerbu kehidupan sastra Indonesia, memasuki milenium ketiga. Masing-masing dengan dunianya. Ada yang cerdas, radikal, bebas, bahkan lebih gila dari lelaki. Tetapi ada yang gaul, melankolis, puitis, komunikatif, santun, namun sesungguhnya memberontak.

***

Arini berhenti berlari. Tak lagi berusaha menghindar dari luka, papar Nadia mengakhiri kisahnya. Sebuah suara lirih yang menggelegar karena menunjukkan tekad yang menjadi wajah lain dari langkah perempuan Indonesia masa kini.
- Putu Wijaya, seniman

“Dengan kepiawaiannya mengeksplorasi dunia kata, Asma Nadia memotret poligami dari semua sisi: sisi suami, sisi ”korban”—dalam hal ini istri pertama—dan sisi perempuan pemilik Istana Kedua. Kisah yang sangat menyentuh dan membuat saya jadi ingin “mewajibkan” semua laki-laki membaca novel ini.”
- Dewie Sekar; penulis Zona @ Tsunami, Perang Bintang, dan Zona @ Last

***

Asma Nadia telah menulis sejumlah cerpen, novel, nonfiksi, dan skenario teve. Buku pertamanya terbit tahun 2000 dan sejak itu 32 karya telah diterbitkan.

Pemenang tiga penghargaan Adikarya Ikapi ini tahun 2005 dinobatkan sebagai peserta terbaik Majelis Sastra Asia Tenggara. Naskah teaternya “Preh” merupakan salah satu naskah terbaik Lokakarya Perempuan Penulis Naskah Drama dan diterbitkan dalam dua bahasa oleh Dewan Kesenian Jakarta.

Tahun 2006 Asma terpilih untuk mengikuti program writers in residence dan tinggal di Korea Selatan selama 6 bulan. Akhir tahun yang sama Asma diundang untuk menjadi pembicara dalam The 2nd Asia Literature Forum di Gwangju.

Penulis yang sangat mensyukuri keterlibatannya dalam dunia menulis ini percaya, kegiatan menulis memiliki kekuatan untuk mengasah kemanusiaan, karena itu ia merasa perlu mengajak generasi muda untuk menulis, lewat program Penulisan Cerita Pendek (Pulpen) yang digagasnya.

Saat ini Asma Nadia bekerja sebagai CEO Lingkar Pena Publishing House.

Judul : Istana Kedua
Pengarang : Asma Nadia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Halaman : 248
Harga  : Rp. 29,000

Tiadalah mungkin seorang hendak mencintai Allah tanpa mengenal Allah (ma’rifatullâh). Dan betapa mungkin orang mengenal Allah, apabila ia tidak mengindahkan kata-kata Allah. Karena itu, apabila Anda ingin mencintai Allah, indahkanlah kata-kata Allah dengan sepenuh daya, pikiran, dan hati Anda.

Buku ini menguraikan dengan jelas bagaimana cara kita menjadi kekasih yang dicintai Allah. Dengan sentuhan bahasa yang indah, Anda diajak untuk menyelami amal-amal saleh yang dapat mengantarkan Anda kepada kedekatan dan kemesraan dengan Allah.

Inilah buku terlengkap yang akan menuntun Anda untuk berbuat amal baik—kaya dan mencerahkan.

Kecintaan Allah

• Beramal secara konsisten meskipun sedikit lebih baik daripada amal yang banyak tetapi dilakukan dengan jarang.
• Seorang hamba Allah memiliki sikap lembut kepada Mukmin dan tegas kepada kafir.
• Amalan sunnah dapat mengangkat kualitas amalan wajib.
• Memberi kepada yang membutuhkan merupakan wujud kecintaan seorang hamba kepada Allah.
• Berbakti kepada orangtua adalah amal yang paling dicintai setelah shalat.
• Kekasih Allah adalah mereka yang senantiasa mencintai Nabi dan keluarganya.
• Menampakkan kenikmatan dan mengerjakan rukhshah termasuk perbuatan yang dicintai Allah.
• Tekun dan telaten dalam bekerja adalah ciri dari manusia yang dicintai Allah.

Kebencian Allah

• Banyak bicara tetapi tidak berbuat adalah perbuatan yang paling dibenci Allah.
• Orang miskin yang sombong lebih dimurkai Allah daripada orang kaya yang sombong.
• Tidak mau berdoa kepada Allah merupakan bentuk penyimpangan kepada-Nya sebagai Tuhan Yang Maha Memiliki.
• Mengejar dunia tetapi melupakan akhirat adalah sikap yang akan mendatangkan murka Allah.
• Perbuatan baik yang dibarengi ujub lebih buruk daripada perbuatan dosa yang disertai penyesalan.

“Panduan yang sangat berharga bagi mereka yang ingin menjadi kekasih Allah.”
—K.H. Dr. Miftah Faridl

”Cinta-Ku berhak Aku berikan kepada orang-orang yang saling mencintai karena-Ku,
saling berbagi karena-Ku, dan saling bersilaturahmi karena-Ku.”
—Hadis Qudsi

Judul : Manusia Yang Dicintai Dan Dibenci Allah: Kunci-Kunci Menjadi Kekasih Allah
Pengarang : Adnan Tharsyah
Penerbit : Pustaka Mizan
Halaman : 524
Harga : Rp. 68,000