Aku kini tak lagi mengerti bahasa
matahari
Karena kebencian menutupi sinarnya
Kata-katanya kini senantiasa
terselimuti rasa curiga
Cerita-ceritanya hanya tentang luka-lukanya
Hingga kegelapanlah
yang kini dihadirkannya untukku
Aku letih
Namun matahariku hanya satu
Dan aku tak mampu
tanpanya…
ada pekuburan sepi
kubur2 penuh belulang dan senyap
hati melewati suatu terowongan
gelap………
gelap……….
dan gelap gulita
bagai di kapal terdampar
kita mati dari dalam
kala tenggelam dalam hati
kala jatuh lepas
dari kulit masuk jiwa
ada mayat2
ada laki2
dan ada pula perempuan
ada maut dan belulang
bagai bunyi murni
bagai salak anjing tiada
memancar dari sejumlah lonceng
dari sejumlah kubur
aku melihat
sendiri……….
kadangkala peti2 mati pakai layar
membawa luput mayat2 pucat
wanita berbaju putih mati
tukang2 putih bagai malaikat
peti2 mati memudiki
sungai maut tegak lurus berwarna merah
mudik,,pakai layar penuh bunyi bisu dari maut
datang mengetuk
dengan cincin tak bermata
tak berjari
datang berseru dari mulut
lidah dan tenggorakan yang tiada suara
Malam yang kian larut..
Tak mampu menghentikan langkah cintaku..
Sekalipun terpejam mata ini dalam lelah..
Dalam mimpipun namamu slalu menggema…
Sayangku..
Sadarlah bahwa ku sungguh mencintaimu…
Kumengerti akan situasi yang tak mendukung..
Tapi beban yang kuemban ini akan tetap ringan..
Selama cinta ini menjaga dan terus berada..
Naungan kelelahan itu kan tetap merasuk..
Jadilah sinar dalam palungan mimpi..
Dan temuilah aku sang bidadari..
Agar lika-liku dunia alam tidur..
Tak menjebak kita dalam kepalsuan..
Segeralah tidur sayangku…
Dan nantikanlah nafas segar esok pagi..
Kan menunggumu hingga malam lanjut menjemputmu…
Dalam doa, aku berbisik akan cinta…
Serta merta ketulusan yang membahana..
Mampu membawamu terlelap dalam indahnya mimpi..
Met tidur… moga mimpi indah…
Salam sayang dariku… untuk kamu, sang pujaan hati..
Selamanya……………………………..
Aku ingin mencintaimu secara sederhana
Hanya menghadir di sisi sepenggalan senja
Untuk menyibak awal tirai malam yang mulai menjelaga
Aku ingin mengasihi mu secara apa ada nya
Bukan menghadirkan puncak gunung emas zaman jawadwipa
Bukan menyembahkankan sisi pualam kemilau intan permata
Aku Ingin menyayangimu secara biasa
Melindungimu tanpa perlu sapuan ucap penghormatan
Membantumu menuntun pijakan hidup tanpa sepenggal pamrih
Mungkin kisah cinta ini tak seelok kisah rama shinta
Mungkin kisah cinta kita tak seagung kisah dewi drupadi di mahabarata
Cinta ini hanya getaran lirih di sisi rerumputan
Yang mengambang tersentuh semilir angin yang bersahutan
Tak perlulah hujaman rasa itu menggelora hingga sisi samudera
Tak perlu juga kabar itu menggema hingga ke ujung tepian angkasa
Maka biarkan kita berdua duduk terdiam mendura
Menggapai makna cinta lewat saling memandang
Karena hanya lewat keheningan
Kesederhanaan itu meresap di sisi mahameru jiwa
KUHARAP MAAFKU
Kutahan perasaan yg mulai resahkan aku…
kuharap aku bisa tuk bendung semua rasaku….
perasaan gemuruh,dan amuk rasa yg menjadi satu….
perasaan yg kian hari kian tak menentu………
mungkin hanya aku yg tau…….
mungkin hanya aku yg mengerti….
biarlah……kalaulah cinta tak seindah…
yang kurasa……
biarlah cinta yg tak semestinya hadir
ini jadi sejuta cerita indahku…..saja
aku tau cintaku tak semurni cintanya….
aku tau rinduku tak seindah debur ombak di lautan sana
akupun tau kegelisahan hatiku yg tak semestinya ada
hadir begitu saja resahkan raga…………………..
maafkan aku….
bila hadirku tak pernah kau harapkan
bila hadirku tak pernah berkesudahan
biarlah…maafkan….aku….
Desiran angin mengayunmu
Dalam keheningan yang tidak sepi
Kesunyian yang riuh
Kubawa segenggam rasa
Yang slalu kusimpan untukmu
Puisi di atas ditulis oleh seseorang ketika aq tertidur. Pendek. Tapi sungguh berarti untukku.