Des
25
Filed Under (Tak Berkategori) by PenYejuk haTi UntukmU on 25-12-2009

Senin, 07 Desember 2009
Hati Kecil Saya untuk Sri Mulyani

54416_menteri_keuangan_sri_mulyaniHati kecil saya masih berharap mudah-mudahan hasil pemeriksaan investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas kasus Bank Century itu tidak seluruhnya benar. Sebab, kalau memang tidak ada yang salah, akibatnya akan sangat dramatis: kita bisa kehilangan menteri keuangan yang sangat kita banggakan. Seorang menteri, Sri Mulyani, yang reputasinya begitu hebat. Baik di dunia internasional maupun dalam mengendalikan keuangan negara. Secara internasional dia terpilih sebagai menteri keuangan terbaik di dunia dua tahun berturut-turut. Di dalam negeri dia dikenal sebagai menteri pertama yang berani mereformasi birokrasi di departemennya. Juga menteri yang sangat ketat mengendalikan anggaran negara. Bahkan, dialah satu-satunya menteri yang berani minta berhenti ketika ada gelagat pemerintah akan membela seorang konglomerat yang dia anggap tidak seharusnya dibela.

Hati kecil saya masih berharap, mudah-mudahan ada yang tiba-tiba mengatakan: kesimpulan BPK itu diperoleh dengan cara kerja yang kurang benar. Maka kita tidak akan kehilangan menteri keuangan yang pandainya bukan main itu. Pandai dalam ilmunya, pandai dalam menjelaskan pikirannya, dan pintar bersilat kata. Saya melihat kecepatan berpikirnya sama dengan kecepatan bicaranya. Kalau lagi melihat cara dia mengemukakan pikiran, seolah-olah otak dan bibirnya berada di tempat yang sama.

Hati kecil saya masih berharap, mudah-mudahan ada orang yang tiba-tiba menemukan data bahwa BPK telah salah ketik. Maka, kita tidak akan kehilangan menteri yang mampu rapat dua hari dua malam nonstop untuk menyelamatkan keuangan negara. Rapat itu tidak boleh berhenti karena lengah sedikit berakibat pada kebangkrutan ekonomi nasional. Rapat itu tentu melelahkan karena angka-angkalah yang akan terus berseliweran. Angka-angka yang rumit: kurs, suku bunga, devisa, likuiditas, rush, neraca perdagangan, stimulus, dan seterusnya. Angak-angka itu saling bertentangan, tapi menteri tidak boleh memilih salah satunya. Dia harus membuat keputusan yang harus memenangkan semua angka yang saling merugikan itu. Padahal, dia baru saja tiba dari Washington, AS, untuk berbicara di forum KTT G-20 yang amat penting itu. Di Washington dia tahu bahayanya ekonomi dunia. Tapi, dia mampu memikirkan keuangan internasional sekaligus keuangan nasional dalam waktu yang sama di belahan dunia yang berbeda. Dia harus menghadiri KTT G-20 di Washington saat itu (kebetulan saya ikut di rombongan situ) saat rupiah tiba-tiba melonjak menjadi Rp 12.000 per dolar AS. Dia harus tampil cool di forum dunia yang Singapura pun tidak boleh ikut di dalamnya itu sambil tegang bagaimana harus mengendalikan rupiah yang sudah membuat warga negara Indonesia panik semuanya.

Dialah menteri yang datang ke Washington hanya untuk mengemukakan pikiran briliannya dan harus langsung kembali ke tanah air pada hari yang sama untuk mencurahkan perhatian pada ekonomi yang hampir bangkrut itu.

Hati kecil saya masih berharap, mudah-mudahan ada orang yang mengatakan bukan dia yang harus bertanggung jawab. Tapi, ada pihak lainlah yang harus mendapat hukuman. Kalau tidak, kita akan kehilangan seorang menteri yang di saat ibu kandungnya, Prof Dr Retno Sriningsih Satmoko, sedang sakit keras menjelang ajalnya, dia tidak bisa menengok sekejap pun. Dia memilih mencurahkan segala pikiran, tenaga, dan emosinya untuk menyelamatkan ekonomi bangsa ini. Dia tidak bisa menjenguk ibu kandungnya yang jaraknya hanya 45 menit penerbangan di Semarang sana. Dia harus mencucurkan air mata untuk dua kesedihan sekaligus: kesedihan karena ibundanya berada di detik-detik akhir hidupnya dan kesedihan melihat negara dalam bibir kehancuran ekonomi. Dua-duanya tidak bisa ditinggal sedetik pun. Rupiah lagi terus bergerak hancur dan detak jatung ibunya juga lagi terus melemah. Dan, Sri Mulyani memilih menunggui rupiah demi nyawa jutaan orang Indonesia.

Maka hati kecil saya masih berharap ada data di kemudian hari bahwa kebijaksanaan itu sendiri tidak salah. Sebab, sebuah kebijaksanaan bisa diperdebatkan salah benarnya. Saya masih berharap yang salah itu dalam pelaksanaan kebijaksanaannya. Yakni, saat mendistribusikan uangnya yang Rp 6,7 triliun itu. Dan saya sangat-sangat yakin dia tidak mendapatkan bagian serupiah pun.

Maka saya sangat bersedih karena sampai hari ini belum ada satu pihak pun yang berhasil mengatakan bahwa hasil pemeriksaan BPK itu salah. Belum ada yang membantah bahwa hasil pemeriksaan BPK itu keliru. Semua masih mengatakan, hasil pemeriksaan BPK itu menunjukkan bahwa dia bersalah dalam mengambil keputusan. Dan hukum harus ditegakkan. (*)

Agu
30
Filed Under (Tak Berkategori) by PenYejuk haTi UntukmU on 30-08-2009

oltabes Surakarta meminta kepada pengurus Gereja Kristen Jawa (GKJ) Manahan di Kota Solo untuk menghentikan program penjualan paket buka seharga Rp 500. Alasannya demi menjaga kondusivitas karena ada sejumlah elemen masyarakat yang tidak setuju dengan kegiatan tersebut.

Hasil pertemuan antara pengurus GKJ Manahan dengan Kasat Intelkam Poltabes Surakarta, Jumat (28/8/2009), adalah menghentikan program yang telah berjalan selama 13 tahun setiap bulan Ramadan tersebut. Pihak gereja diwakili Pendeta Ratna Ratih, J Soeprapto (mantan Wakil Walikota Surakarta) dan Tumiriyanto (aktivis LSM di Solo).

“Kemarin pihak Poltabes Surakarta sudah datang menemui kami meminta program itu dihentikan. Alasannya pihak kepolisian menerima banyak masukan dan desakan dari sejumlah kalangan yang menyatakan ketidaksetujuan terhadap acara yang telah kami lakukan selama 13 tahun terakhir tersebut,” ujar Pendeta Ratih.

Dalam pertemuan hari Jum’at di Poltabes Surakarta, lanjutnya, pihaknya menyatakan program tersebut akan dihentikan sesuai keinginan polisi. Jumat sore ini kami masih mengadakannya sebagai hari terakhir karena nasi berikut lauk-pauknya sudah terlanjur matang.

Jumat petang memang acara penjualan paket hidangan buka tersebut tetap diadakan. Bahkan acara tidak lagi diadakan di dalam gedung gereja seperti biasanya, melainkan diadakan di depan gereja yaitu di jalur lambat Jalan MT Haryono.

Seperti hari-hari sebelumnya, setiap pembeli yang datang harus membayar Rp 500 untuk mendapatkan minuman pembuka, teh, nasi dan lauk. Menu petang ini adalah masakan khas Solo, yaitu timlo. Panitia menyediakan 500 porsi, langsung ludes.

Kapada seluruh hadirin, Pendeta Ratna Ratih mengumumkan bahwa hari ini adalah hari terakhir program nasi murah itu diadakan. Kepada hadirin, dia juga menyatakan bahwa program tersebut terpaksa dihentikan karena mendapat teguran dari pihak kepolisian.

sumber : www.dakta.com

Jan
07
Filed Under (Tak Berkategori) by PenYejuk haTi UntukmU on 07-01-2009

Pemerintah Venezuela, Selasa (6/1), mengusir Duta Besar Israel untuk Caracas untuk memprotes serangan militer Israel di Jalur Gaza.

“Venezuela telah memutuskan untuk mengusir Duta Besar Israel Shlomo Cohen dan beberapa staf di Kedutaan Besar Israel, memulai lagi seruannya pada perdamaian dan penghormatan pada hukum internasional,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Venezuela kepada AFP.

Venezuela menuduh Israel telah melakukan pelanggaran terhadap hukum internasional dan “merencanakan untuk menggunakan terorisme negara” terhadap rakyat Palestina.

“Pada saat yang tragis dan menyakitkan hati itu, rakyat Venezuela menunjukkan solidaritas yang tak terbatas kepada rakyat Palestina yang heroik,” kata pernyataan itu

sumber : www.surya.co.id

Jan
07
Filed Under (Tak Berkategori) by PenYejuk haTi UntukmU on 07-01-2009

Kemarin, biro penerangan Hamas mengklaim adanya korban dari pihak penjajah Israel dan kerugian besar yang mereka alami selama pertempuran berlangsung melawan Hamas di wilayah Gaza. Namun pemerintah Israel menutup-nutupi berita ini agar tidak menurunkan semangat prajurit mereka.

Hamas juga menegaskan bahwa daerah-daeran yang dikuasai Israel dengan tujuan agar wilayah tersebut terpecah menjadi beberapa bagian, tidak akan berpengaruh sama sekali terhadap kekuatan perlawanan para Mujahidihn di wilayah tersebut.

Kepala Biro penerangan Hamas, Abu Khalid di Damaskus menerangkan : “Kami ingin meyakinkan kepada seluruh umat bahwa yang terjadi di sana adalah perlawanan kepahlawan yang diperlihatkan oleh para Mujahidin terhadapan kekuatan penjarah Israel”.

Para mujahidin di Gaza juga memperlihatkan ketegaran yang luar biasa dalam menghadapi para tetara Israel, di satu sisi terjadi kerugian besar yang dialami oleh para musuh yang juga mengalami depresi besar, namun semua ini ditutup-tutupi oleh para pimpinan penjarah Israel dengan mengumbar berbagai kebohongan publik.

Abu Khalid juga menegaskan bahwa para pimpinan militer penjarah Israel melakukan hubungan telepon dengan tentara penjarah Israel agar tidak menceritakan sedikitpun kepada keluarga korban tentang berbagai kerugian yang dialami mereka dalam pertempuran, agar tidak terjadi penurunan semangat para prajurit yang ada.

Abu Khalid juga menegaskan kembali bahwa tujuan Penjarah Israel di tahap awal yaitu dengan melakukan bombardir Gaza melalui serang udara, dan tahap keduan melalui serangan darat telah mengalami kegagalan. Terbukti makin gencarnya roket-roket yang diluncurkan oleh para Mujahidin dari Gaza yang berjumlah 30 roket dengan sasaran kota-kota di Israel yang terjadi hingga ahad sore. Beliau juga menambahkan bahwa Hamas dengan izin Allah akan keluar sebagai pemenang dalam pertempuran dan perlawanan yang tidak akan pernah mati

sumber : www.warnaislam.com

Jan
07
Filed Under (Tak Berkategori) by PenYejuk haTi UntukmU on 07-01-2009

KOTA GAZA - Bala tentara Israel diliputi kesialan pada hari kesebelas penyerbuannya ke tanah Palestina di Jalur Gaza kemarin (6/1). Satu per satu anggota pasukan khusus negara Zionis itu bergelimpangan. Bukannya akibat tembakan pejuang-pejuang Hamas, mereka tewas dan terluka justru oleh tembakan rekan-rekannya sendiri.

Insiden friendly fire itu disampaikan juru bicara Angkatan Darat Israel. Menurut juru bicara yang tak disebutkan namanya itu, tiga prajurit tewas dan 24 lainnya terluka parah menjadi sasaran tembakan tank rekan-rekan mereka. ”Mereka sedang menginspeksi sebuah gedung yang diduga sebagai tempat persembunyian Hamas pada Senin malam (5/1) di pinggiran Kota Gaza,” ujarnya.

Adanya gerakan orang-orang bersenjata di dalam gedung itu dilihat pasukan Israel di sisi lain arah penyerbuan melalui teropong malam sebagai target, yakni kelompok Hamas. Kontan, pasukan Israel di dalam gedung tersebut langsung dihujani tembakan meriam oleh kelompok tank pasukan Israel lainnya. Hasilnya, sungguh merugikan Israel. ”Satu kolonel yang mengomandani brigade infanteri ikut tewas bersama 23 pasukan lainnya,” kata juru bicara AD Israel.

Di bagian lain Jalur Gaza, insiden friendly fire juga terjadi terhadap pasukan payung (para), juga dari Angkatan Darat Israel. Misil tank Israel yang, tampaknya, asal menembak menghantam seorang perwira yang sedang memimpin pertempuran sengit melawan para pejuang Hamas. ”Rincian kejadian masih diselidiki. Meski begitu, kejadian tersebut diduga juga karena sebuah tank telah keliru menembak sasaran,” ungkap sang jubir AD.

Kematian beruntun oleh insiden salah tembak itu membuat jumlah serdadu Israel yang terbunuh bertambah menjadi delapan orang sejak pasukan darat Israel membanjiri jantung pertahanan Hamas, Sabtu pekan lalu.

Sidang Umum Darurat

Dari dalam negeri, Indonesia mulai memainkan perannya untuk menghentikan krisis di Gaza melalui jalur diplomasi. Kemarin, pemerintah secara resmi mendesak Majelis Umum PBB untuk mengadakan sidang darurat demi menghentikan kekerasan yang terjadi di Jalur Gaza.

Dalam jumpa pers, Menteri Luar Negeri Nur Hassan Wirajuda menyatakan desakan tersebut tidak langsung dilakukan melalui Dewan Keamanan (DK) PBB. Pemerintah Indonesia akan mencari dukungan terealisasinya sidang darurat itu melalui negara-negara Gerakan Non-Blok (GNB). ”Kami yakin GNB akan mendukung upaya ini,” ujar Hassan di Gedung Deplu, Jalan Pejambon, Jakarta, kemarin (6/1).

Sejak Senin malam (5/1), pemerintah Indonesia mengirimkan permintaan adanya emergency session majelis PBB itu ke markasnya di New York. Permintaan tersebut mengacu pada pasal 51 Piagam PBB Uniting for Peace. ”Kegagalan DK PBB menjalankan mandat untuk menjaga keamanan dunia membuat kita meminta agar diadakan sidang umum majelis darurat berdasar pasal 51,” jelasnya.

Desakan itu disampaikan Duta Besar Indonesia di PBB Marty Natalegawa ke Sekjen PBB. Hassan menambahkan, surat tersebut telah diedarkan kepada anggota PBB lainnya, meski negara-negara Arab meminta proses tersebut ditunda menunggu sidang DK PBB Rabu hari ini atau Kamis besok.

Menurut Hassan, dukungan GNB atas perjuangan Palestina selama ini sangat jelas. Bagi GNB, pendudukan Israel selama ini merupakan bentuk penjajahan. Serangan yang dilakukan Israel sejak menjelang pergantian tahun 2009 itu semakin menghambat upaya kemerdekaan bagi Palestina.

”Seharusnya, Desember 2008 adalah target menciptakan Palestina merdeka. Namun, situasi ini membuat semua jadi tidak jelas,” ujarnya.

Dia menjelaskan, melalui GNB, upaya untuk mendesak sidang darurat majelis sangat mungkin terealisasi. Sebab, kekuatan GNB dalam PBB sudah menjadi mayoritas. Di antara 192 negara dalam PBB, anggota GNB mencapai 117 negara. ”Kami yakin akan ada dukungan dari negara di luar GNB,” lanjut dia.

Mengapa tidak melalui DK PBB? Hassan menjelaskan, dengan agresi Israel yang begitu gencar, DK PBB sampai saat ini belum memutuskan apa pun. Walaupun akan ada sidang DK PBB, tak ada jaminan hal itu bakal terealisasi. ”Kami skeptis karena itu bukan keterangan resmi dari presiden DK PBB,” ujarnya.

Dia menyebutkan, DK PBB sudah dua kali bersidang setelah Israel melancarkan agresi ke Gaza. Tapi, tidak ada pernyataan resmi yang dikeluarkan. ”Sementara itu, Israel terus melancarkan serangan darat. Saat ini, lebih dari 500 orang menjadi korban. Dunia tidak bisa membiarkan kebiadaban ini terus berlangsung,” tegasnya.

Hassan mengungkapkan, pada 2006, hal serupa terjadi di Lebanon Selatan. Lebih dari 30 hari DK PBB tidak berbuat apa-apa. ”Saat itu, kita belum menjadi anggota DK. Kita sesalkan negara-negara Arab dan OKI juga tidak berbuat apa-apa,” ungkapnya.

Menanggapi maraknya aspirasi jihad warga Indonesia, Hassan menyatakan bersimpati. Bantuan yang diberikan juga harus efektif. Kita perlu bertanya kepada pihak yang akan dibantu. Kemarin presiden bertemu Dubes Palestina dan Dubes menyampaikan keperluan yang mereka butuhkan, terutama obat-obatan dan peralatan medis. ”Agenda pengiriman jihad ke Gaza bukan suatu opsi,” katanya.

Perawat Kosongi Kolom Penyebab Kematian

Sejalan dengan upaya Indonesia, para diplomat serta pemimpin Eropa berkunjung ke wilayah di sekitar Gaza dalam upaya menghentikan serangan darat dan udara Israel yang kian luas. ”Eropa menginginkan gencatan senjata sesegera mungkin,” tegas Presiden Prancis Nicolas Sarkozy seusai bertemu Presiden Palestina Mahmoud Abbas kemarin.

Pernyataan yang sama disampaikan Sarkozy saat menemui Presiden Israel Shimon Peres. ”Israel harus mengambil risiko bagi perdamaian,” kata Sarkozy dalam pertemuan Senin malam. Setelah itu, dia bertemu Olmert dan Abbas.

Secara paralel, sebuah delegasi Uni Eropa (UE) menemui Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Tzipi Livni. ”UE bersikeras untuk gencatan senjata sesegera mungkin. Serangan roket terhadap Israel juga harus berhenti,” ungkap Karel Schwarzenberg dari Kementerian Luar Negeri Republik Ceko yang mengambil alih kepresidenan UE pekan lalu dari Prancis.

Sejauh ini, upaya mediasi para pemimpin Eropa itu belum membuahkan hasil. Kepada AP, Wakil Kepala Politbiro Hamas di Syria Moussa Abu Marzouk menolak proposal AS itu yang menekankan ‘’sebuah situasi de facto” dan mendorong Israel melanjutkan serangan terhadap Gaza.

”Perdana Menteri (PM) Israel Ehud Olmert pun menolak gencatan senjata,” kata seorang pejabat tinggi di kantor PM Israel itu setelah Olmert bertemu Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, Senin (5/1).

Sikap menghindari jalur diplomasi kedua pihak yang bertikai tersebut tak urung semakin menambah penderitaan warga Palestina. Komite Palang Merah Internasional (International Committee of the Red Cross/ICRC) mengungkapkan, satu per satu warga Palestina yang luka-luka mulai meninggal karena ambulans tidak bisa menjangkau mereka.

Nyawa mereka tidak bisa diselamatkan karena tak dapat dijangkau tim bantuan kemanusiaan yang dikerahkan komunitas internasional. ”Warga yang terluka akhirnya meninggal ketika menanti kedatangan ambulans-ambulans Palang Merah Palestina. Pada sejumlah kasus lain, ambulans tidak bisa menjangkau korban luka-luka sama sekali akibat berlanjutnya pertempuran,” ungkap Juru Bicara ICRC Dorothea Krimitsas di Jenewa kemarin.

Hal itu memperparah situasi saat ruang-ruang darurat dan unit-unit perawatan intensif sudah penuh sesak. Sedikitnya dua rumah sakit kehabisan bahan bakar untuk generator-generator mereka yang merupakan satu-satunya pembangkit listrik yang tersedia.

Sejumlah pejabat di Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan, sejak dilancarkannya serangan darat pada Sabtu pekan lalu, tiga ambulans di Gaza dihantam jet-jet tempur Israel, sehingga menewaskan tujuh petugas medis. ”Sebuah rumah sakit medis yang dimiliki sebuah organisasi bantuan kemanusiaan yang tidak ada sangkut-pautnya dengan Hamas juga dibom,” ujar Mahmoud Daher, pejabat kesehatan PBB.

Raed Arini, seorang petugas di Rumah Sakit Shifa, menyatakan dirinya sudah berhenti mengisi kolom ‘’sebab-sebab kematian pasien” dalam lembaran rekam medis. ”Sebab-sebab kematian adalah tentara Israel,” kata Arini sebelum bergegas menyambut kembali kedatangan para korban luka-luka bersama sejumlah petugas medis lainnya. (bay/Rtr/AFP/kim)
sumber : www.jawapos.co.id

Jan
05
Filed Under (Tak Berkategori) by PenYejuk haTi UntukmU on 05-01-2009

Assalamu’alaikum wr wb,

Bapa, Ibu, Saudara,  yang dimuliakan Allah..
Silakan dimanfaatkan informasi ini untuk menyalurkan donasi Anda sesuai tujuannya…
dan Semoga Allah menggerakkan hati hamba-Nya untuk berbuat kebaikan..
Amin..

Wassalamu’alaikum wr wb.
———————————————————————-
Salurkan bantuan Anda untuk korban perang, konflik dan bencana di seluruh negeri melalui MER-C ke:

Bank Central Asia (BCA)
a.n. Medical Emergency Rescue Committee
Rek. No. 686.0141114 (Pembangunan RS Sosial Khusus Bedah - Yogyakarta)
Rek. No. 686.0099339 (Kemanusiaan)
Rek. No. 686.0153678 (Palestina/Libanon)

Bank Muamalat Indonesia (BMI)
a.n. MER-C
Rek. No. 301.00349.15 (Kemanusiaan)
Rek. No. 301.00517.15 (Afganistan)
Rek. No. 301.00518.15 (Operasional)
Rek. No. 301.00519.15 (Aceh)
Rek. No. 301.00520.15 (Kel. Mujahid)
Rek. No. 301.00521.15 (Palestina)
Rek. No. 301.00522.15 (Iraq)

Bank Syariah Mandiri (BSM)
a.n Medical Emergency Rescue Committee
Rek. No. 009.0121.773 (Palestina)

MER-C akan menyalurkan donasi Anda sesuai dengan amanahnya.

Kirimkan bukti transfer via fax ke 021-3159256 atau email ke  merc at indosat.net.id. Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya dengan mencantumkan nama, alamat lengkap dan nomor telepon agar kami dapat mengirimkan bukti tanda terima dana kepada Anda.

Terima kasih atas bantuan dan kepercayaan Anda yang telah menyalurkan donasi melalui lembaga kami.
Melalui MER-C bagaikan menyalurkan langsung bantuan Anda kepada mereka yang membutuhkan